Assalamu’alaikum
Sobat Gue…..
Fiuh….., emang y
kalo pulang sore abis olah raga , capeknya itu kayak mau masuk rumah sakit…J.Oke sebelum membaca
post gue mala mini , gue mau nanyak nih sama sobat. Sobat pernah merasakan langsung
peristiwa gempa bumi? Kalau gue sih emang tempat yang rawan gempa bumi, yap
itulah aceh.. setelah gue pikir2 nih ,
gue jadi mau tau kenapa sih bias terjadinya bencara yang membuat orang
berhamburan keluar rumah. Dari penasaran , mending kita Cek It Dot…. Good
reading
Apakah Gempabumi itu ?
Gempabumi adalah
peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara
tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan
lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah
berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan
bumi.
Parameter Gempabumi
- Waktu terjadinya
gempabumi (Origin Time - OT)
- Lokasi pusat gempabumi
(Episenter)
- Kedalaman pusat
gempabumi (Depth)
- Kekuatan Gempabumi
(Magnitudo)
Karakteristik Gempabumi
- Berlangsung dalam waktu
yang sangat singkat
- Lokasi kejadian tertentu
- Akibatnya dapat
menimbulkan bencana
- Berpotensi terulang lagi
- Belum dapat diprediksi
- Tidak dapat dicegah,
tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
Mengapa Gempabumi Terjadi ?
Lempeng Tektonik
Menurut teori
lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik
besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas
astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, maka lempeng tektonik ini
bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan
lempeng-lempeng tektonik, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi
tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan
dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori
sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran
Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).
Lapisan paling
atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian
paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini terdapat
batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian
panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat bergerak
sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran
konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan
terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada tiga kemungkinan
pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu
apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision)
dan saling geser (transform).
Jika dua lempeng
bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling
mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan
tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15cm pertahun.
Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi
pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada
lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga
terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.
Jalur Gempabumi Dunia
Indonesia
merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng
tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Lempeng
Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng
Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat.
Jalur pertemuan
lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan
kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia
juga rawan tsunami.
Belajar dari
pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh, Pangandaran dan daerah
lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian harta
benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upaya-upaya mitigasi baik
ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana
gempabumi dan tsunami.
Mengingat
terdapat selang waktu antara terjadinya gempabumi dengan tsunami maka selang
waktu tersebut dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini kepada
masyarakat sebagai salah satu upaya mitigasi bencana tsunami dengan membangun
Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning
System / Ina-TEWS).
Akibat Gempabumi
- Getaran atau guncangan
tanah (ground shaking)
- Likuifaksi (
liquifaction)
- Longsoran Tanah
- Tsunami
- Bahaya Sekunder (arus
pendek,gas bocor yang menyebabkan kebakaran, dll)
Faktor-faktor yang Mengakibatkan
Kerusakan Akibat Gempabumi
- Kekuatan gempabumi
- Kedalaman gempabumi
- Jarak hiposentrum
gempabumi
- Lama getaran gempabumi
- Kondisi tanah setempat
- Kondisi bangunan
Gimana , udah jadi
lebih taukan tentang bencana yang sering menimpa bumi pertiwi ini. Gue berdo’a
biar gempa gk menimpa lagi, namun apa boleh buat , kita hanya seorang
manusia , kita hanya menerima apa yang
terjadi terhadap kita. So, tawakkal aja..:)
Sekian Dari Gue,Rendy
Wassalam….
Sumber: http://www.bmkg.go.id/