Assalamu’alaikum Sobat Gue…………
Sobat jomblo? Sama,
gue juga. Tapi kalo sobat pengen move on!!!, gue bakal dukung deh. Nah kalo mau
cari yang namanya “C.I.N.T.A..S.E.J.A.T.I” emang sih susah namun Allah
berfirman yang artinya “sesungguhnya setiap kesulitan pasti ada kemudahan” .Nah karena itulah kita harus B.E.R.U.S.A.H.A
…semoga lancara dalam berusaha gue kasih dulu pengertian dari cinta sejati!
Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman
ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta
Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan
salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi
manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’.
Karenanya, rame-rame, mereka
mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya
tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan
ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini.
Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua.
Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta?
Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini
menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers
at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang
begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik
jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia
di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan
cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur
4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang
murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila
muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen
kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin,
neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan
berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung
jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang.
(sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta
yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta
anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh
hari.
Anda ingin sengsara karena
tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati
lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa
indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan
anda?
Saudaraku, bila anda
mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini
saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah
luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda
kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini,
kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda
bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di
masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu
menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda
terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri
anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana
kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak,
membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya
compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda
masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah
mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di
tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan
bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila
melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu
‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahmanradhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa
menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu
‘anhu sering kali
merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di
antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat
Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia
menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu
‘anhu merasa iba
kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan
negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi
termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah
kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dansubhanallah, taqdir
Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila
termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud.
Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu,
maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu
‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa
girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian.
Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhukepada
Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak
mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun
mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang
merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran
saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa
indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu
lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan
bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta
Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan
istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman
tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa
menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyahradhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini,
maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها
فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu
engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau
membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih:
Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh
saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada
keluarganya. (Tarikh
Damaskus oleh Ibnu
‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda
ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi?
Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin
Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek
moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan
ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput
tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu,
mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا
الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat
(harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan
mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab
mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik
(memikat).
Dahulu, tatkala hubungan
antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga
untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh
badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda
menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta
itu buta. Dalam
pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu,
menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah
hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya,
dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan
malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda.
Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya.
Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya
sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari
bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau
kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan
berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ
بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari
dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat
menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu
bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan
senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir
asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh
bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali
bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk
mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta
saya?
Simaklah jawabannya dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا
وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ
يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita
itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya,
kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat
beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau
bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ
وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ
وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang
agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah
lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di
muka bumi.” (Riwayat
At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena
iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan
lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak
akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ
إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa
di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi
sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah
kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi.
Tidakkah anda mendambakan cinta yang
senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan
kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu
senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan
telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ
الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا
سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ
يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ.
متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya
ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah
dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai
seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk
kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan
kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang
bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini
akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur
karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta
karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat
baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta
anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga
bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan
bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka
cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi,
pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan
berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda
membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda
suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Gimana?Udah mau move
on!? Hehehehe,kalo mau move on hubungi
ahli move on,,,,heheheh.
Sekian Dari Gue,Rian
Wassalam…….
Sumber : http://muslimah.or.id/